Jangan langsung bikin AI Agent: ubah pekerjaan nyata menjadi sistem terlebih dahulu

AI Agent bukan sekadar chatbot yang diberi nama.

Dalam terminologi OpenAI, sebuah agent menggunakan model untuk mengelola eksekusi workflow dan membuat keputusan, serta menggunakan tools untuk mengambil informasi atau melakukan action ke sistem lain.

Anthropic membuat distinction yang sangat berguna:

Workflow

Input → Step A → Step B → Step C → Output

Jalurnya relatif sudah kita tentukan.

Agent

Goal → lihat kondisi → pilih tool → lakukan action → lihat hasil → tentukan langkah berikutnya → ...

Jalurnya bisa berubah berdasarkan kondisi yang ditemui.

Itulah alasan pertanyaan pertama bukan:

“Mau pakai Claude, ChatGPT, n8n atau framework apa?”

Tetapi:

“Pekerjaan apa yang sebenarnya ingin diperbaiki?”


USE CASE NYATA: INBOUND B2B LEAD QUALIFICATION

Kita ambil pekerjaan yang benar-benar umum di perusahaan B2B.

Bayangkan perusahaan menjual solusi IT ke perusahaan lain.

Lead datang dari: