Banyak orang pakai Claude tapi hasilnya biasa saja, padahal masalahnya sering bukan di kemampuan Claude, melainkan di cara memberi instruksi. Tutorial ini merangkum 12 kebiasaan, 6 hal yang perlu dilakukan dan 6 hal yang perlu dihindari, lengkap dengan contoh nyata supaya kamu bisa langsung praktek.

Bagian 1: 6 Hal yang Perlu Dilakukan

1. Berikan Konteks yang Jelas

Claude tidak tahu latar belakang bisnis kamu, siapa audiens yang dituju, atau tujuan akhir dari permintaan kamu, kecuali kamu jelaskan di prompt. Konteks yang lengkap membuat jawaban jauh lebih tepat sasaran dibanding instruksi kosong.

Kurang tepat: "Buatkan caption Instagram."

Lebih baik: "Buatkan caption Instagram untuk toko baju online yang menyasar wanita usia 20 sampai 30 tahun, tone santai dan ramah, tujuannya promosi diskon akhir bulan."

Cara praktek: sebelum menulis prompt, jawab dulu tiga pertanyaan ini di kepala kamu, apa tujuannya, siapa yang akan membaca atau memakai hasilnya, dan seperti apa bentuk hasil akhir yang kamu bayangkan. Tiga jawaban ini tinggal kamu masukkan ke prompt.

2. Gunakan Bahasa yang Spesifik

Instruksi umum menghasilkan jawaban umum. Sebutkan detail seperti panjang tulisan, format, gaya bahasa, atau contoh referensi yang kamu mau.

Kurang tepat: "Tulis artikel tentang kopi."

Lebih baik: "Tulis artikel 500 kata tentang cara menyeduh kopi manual brew untuk pemula, bahasa santai, sertakan 3 langkah utama dan 1 tips tambahan di akhir."

Semakin detail instruksi kamu, semakin kecil kemungkinan Claude menebak-nebak apa yang kamu maksud.

3. Bagi Tugas per Bagian

Untuk tugas besar, seperti menyusun rencana bisnis lengkap, riset kompetitor, atau membuat modul belajar, pecah jadi beberapa prompt bertahap daripada meminta semuanya sekaligus dalam satu prompt panjang.

Contoh praktek: di prompt pertama, minta kerangka atau outline dulu. Review hasilnya, perbaiki bagian yang kurang pas, baru di prompt kedua minta Claude mengembangkan tiap bagian berdasarkan outline yang sudah kamu setujui. Hasilnya jauh lebih rapi dan terkontrol dibanding minta semua sekaligus.

4. Manfaatkan File dan Dokumen

Claude bisa membaca file yang kamu unggah langsung di chat, seperti PDF, Word, Excel, CSV, dan gambar. Dengan cara ini Claude memahami konteks lebih dalam tanpa kamu harus menjelaskan ulang lewat teks panjang. Kalau data kamu tersimpan di Google Drive, Claude juga bisa mengakses langsung lewat fitur Connectors, jadi kamu tidak perlu unduh dan unggah manual setiap kali.

Contoh praktek: unggah laporan penjualan bulan lalu dalam format Excel atau CSV, lalu minta Claude meringkas tren penjualan dan memberikan rekomendasi berdasarkan data tersebut.

5. Review dan Seleksi Hasilnya

Hasil dari Claude adalah draft awal yang perlu ditinjau, bukan jawaban final yang langsung dipakai mentah-mentah. Selalu tinjau hasilnya dan pilih bagian yang paling relevan dengan kebutuhan kamu.